Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Februari 2012

Beginilah maksiat.....

0 komentar
Suatu ketika seorang aktifis dakwah, katakanlah si Fulan mendapatkan sebuah musibah, yaitu kecelakaan saat ia sedang mengendarai sepeda motor. Ia sedikit terluka, tangannya mengeluarkan darah, sedangkan celananya agak sobek akibat mencium lantai jalan. Tidak hanya itu, motornya juga sedikit lecet. Alhamdulillah tidak ada luka berat, hanya luka kecil saja. Ia pun bangun dan langsung mengangkat motornya yang terbaring di jalan. Motor itu dinaikinya lagi kemudian ia starter motornya dan brrummmm, bunyi motornya terdengar. Ia injang persenelingnya, dan melanjutkan perjalannanya



Diperjalanan ia terus memikirkan kejadian yang baru ia alami itu. Ia agak keheranan mengapa peristiwa itu bisa terjadi, padahal tidak ada satupun halangan yang berarti. Ia tidak menabrak batu, jalannya juga tidak rusak, dan jalanan pun terlihat sepi, hanya beberapa kali saja terlihat kendaraan lalu lalang. Ia pun bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa ia bisa kehilangan kesimbangan. What happen??

SURAT DARI PEJUANG HAMAS DI GAZA UNTUK INDONESIA

0 komentar
Mengapa saya memilih mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia? Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, mungkin satu – satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan demikian saudaraku?

Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, ia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak kagum.

Lalu saya mengataka kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung,itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam 1 musim haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Waaah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.

Wahai saudaraku di Indonesia, pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian.

Minggu, 01 Januari 2012

Air putih

0 komentar

Suatu hari, di sebuah rumah yang sederhana, hiduplah seorang ayah yang sudah cukup tua bersama dengan sorang anak laki-lakinya. Mereka berdua sedang asik berbicara di teras rumah mereka.
“nak, tolong ambilkan ayah segelas air putih, kopi dan teh”, pinta sang ayah. Si anak pun segera menuruti permintaan ayahnya itu. Tanpa bertanya untuk apa ia langsung masuk ke dalam mengambil segelas air putih.
Tak butuh waktu yang lama untuk si anak mengambilkan segelas air di dalam. Dalam sekejap saja anak itu sudah di teras rumah dengan membawa gelas yang berisi air putih dan kopi
“ini yah”,kata si anak sambil memberikan benda-benda tersebut. Ayah pun meletakkannya di atas meja.

Minggu, 05 Desember 2010

The Power of Tears

2 komentar
Tetesan air mata mengkomunikasikan sejumput pesan dengan makna-makna tertentu. Ia mengekspresikan suasana hati yang terdalam, sehingga nilainya begitu istimewa.

Dibandingkan dengan hewan, hampir semua yang keluar dari tubuh manusia tidak bisa dimanfaatkan, bahkan terkesan kotor. Sebab semuanya terkonotasi sebagai limbah atau sisa-sisa metabolisme tubuh.

Walau demikian, ada satu “benda” yang keluar dari tubuh manusia yang tidak dianggap sebagai kotoran. Orang-orang tidak merasa jijik melihat. Apakah itu? Dialah air mata. Jarang orang merasa jijik dengan air mata. Ketika melihatnya, respon yang timbul malah sebaliknya, jiwa kita bisa terguncang tatkala bulir-bulir air mata, terlebih dari pelupuk mata orang yang kita cintai, berjatuhan. Sebaliknya, orang-orang yang merasa (maaf) “jijik” dengan air mata atau tidak mengeluarkan air mata ketika kondisi “mengharuskannya” menangis, dianggap sebagai orang yang keras hatinya.

Surat Dari Emak

0 komentar

Film pendek ini bermula dari sebuah surat yang dibaca sepulang berkunjung/ bertakziah ke makam ibu dari dua orang anak yang telah sukses di kehidupan mereka.
Surat tersebut bercerita tentang kerinduan seorang emak kepada dua putra dan putrinya, Si adek dan Alung.
15 tahun sebelumnya. Emak merawat kedua putranya dengan tumpahan kasih sayang. Yang siap menjadi dokter, kapanpun dibutuhkan, yang mendorong kedua putranya untuk belajar rajin. Alung si sulung, yang bercita-cita menjadi fotografer, dan sibungsu ingin menjadi dokter, suka dengan permainan dokter-dokteran.  “Ade akan belajar rajin, nanti kalau besar ingin jadi dokter. Kalau emak sakit, kapanpun ade bisa obatin emak”. kata si adek
Beranjak dewasa, dua orang buah hatinya yang telah mandiri, dan sibuk hingga mereka melupakan kerinduan emak. Setiap ditelpon, yang ada jawaban dari si adek sibuk,   sedang ditunggu pasien.  Begitu pula dengan si Alung. Hingga hal  ini menimbulkan keraguan emak untuk menceritakan kondisi kesehatannya kepada kedua buah hatinya.
Untuk lebih jelasnya bisa menyaksikan film pendek dibawah ini, besutan warga malaysia.

Sahabat, apa yang kita capai di hari ini, tidak terlepas dari perjuangan mereka. Bapak dan ibu kita, terkhusus lagi ibu kita. Oleh  karenanya selagi masih ada kesempatan, berikan kasih sayang kita, dengan memberikan sedikit waktu untuk bersama mereka.
Mumpung masih ada waktu, gunakanlah kesempatan yang ada. Jangan sampai penyesalan yang menutup akhir cerita kebersamaan kita dengan mereka.
Hargailah mereka karena sebahagian dari kita tidak pernah merasakan kehadiran mereka.
Mereka, orang yang sangat mencintai kita…


Minggu, 17 Oktober 2010

DOA KALBU

0 komentar
Munsyid : Fika-Mupla

dimalam penuh bintang
di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..

di malam penuh bintang
di bawah sinar

Minggu, 26 September 2010

Aku Ingin Mencintai-Mu

0 komentar

By:Edcoustic

Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri
padahal diriku terlalu sering membuat-MU kecewa

Entah mungkin karna ku terlena
sementara Engkau beri aku kesempatan agar aku kembali

dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghamba pada-MU
betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-MU

Kamis, 27 Mei 2010

Surat untuk para aktifis dakwah

0 komentar
Sungguh perjalanan ini amat panjang,,,
Sepanjang yang tak terkirakan, takterpikirkan…
Perjalanan ini tiada berujung, 
Tak tampak bagaimana akhirnya…

Tugas ini memang tugas dari langit
Tugas yang amat berat, berat untuk dipikul
Hingga tak semua orang yang berada di jalan ini
Jalan yang penuh onak dan duri

Kami sadar bahwa, kami akan banyak terluka
Kami sadar bahwa, akan mendapat banyak cemoohan
Kami sadar bahwa, akan banyak cobaan yang menerjang
Kami sadar bahwa, rintangan akan selalu mengiringi perjalanan kami
Orang-orang bertanya “Tapi mengapa kalian tetap berada di jalan itu? padahal kalian sudah tau apa akibatnya….”

Kami menjawab,” karena kami yakin akan Janji Allah.”

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Surah Al Baqarah Ayat 261)

Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki. (Surah Al Hajj Ayat 58)

Wahai saudara sepejuangan,,,
Betapapun hatimu sedih, jangan pernah rapuh….
Betapapun ragamu terasa lelah, jangan pernah menyerah…
Karena Allah tak pernah salah, 
ditiap air mata yang kau keluarkan…
ditiap tetes keringat yang kau teteskan ...
Allah takkan pernah salah menghitungnya…
Dan biarkan, balasan itu datang saat kau beristirahat, karena istirahatnya pejuang, adalah hanya di Surga-Nya.

Kami takkan menyerah, kami akan terus berusaha, kami akan terus berjuang

Kami akan terus bergerak hingga kelelahan itu lelah mengikuti…
Kami akan terus berlari hingga kebosanan itu bosan mengejar…
Kami akan terus berjalan hingga keletihan itu letih bersama…
Kami akan terus bertahan hingga kefuturan itu futur menyertai …
Kami akan tetap berjaga hingga kelesuan itu menemani…


Wahai saudaraku,,,
Ingatlah akan sebuah janji kita
Untuk selalu bersama
Di surga-Nya kelak

by: ashe kurnasih

Senin, 18 Januari 2010

Sebuah Renungan

0 komentar

Assalamu’alaikum wr.wb…..

Buat saudaraku semua, yang kucintai karena Allah….

Dalam tulisan kali ini, penulis ingin memberikan sedikit muhasabah kepada saudara seperjuangan sekalian. Mungkin saat ini hati-hati kita masih terasa gersang dan haus akan hidayah-Nya. Untuk itu marilah sedikit merenung dan mengingat kekuasaan-Nya, agar hati-hati kita terasa lebih sejuk dan tentram, serta senantiasa selalu dalam limpahan rahmat dan cinta-Nya.

Semoga bermanfaat…..
Bacalah dengan menyebut asma Allah….
Wahai saudaraku….
Berhenti dan renungkanlah sejenak….
Atas apa yang telah kita lakukan…
Tanpa kita sadari…
Hari demi hari telah terlewati…
Waktu demi waktu kian berlalu…
Suka dan duka mewarnai kehidupan ini…
Semua telah kita tapaki…

Wahai saudaraku…
Tak terasa, kaki ini telah kian jauh melangkah…
Tak terasa pula, saat itu semakin mendekat…
Saat-saat dimana segala kenikmatan dunia telah terputus…
Harta, tahta, dan kemewahan hanya tinggal kenangan…

Saat itu…
Tak ada Ummi yang selalu mencintai kita…
Tak ada Abi yang menyayangi kita…
Tak ada saudara yang menolong kita..
Serta, tak ada sahabat yang menemani kita…
Saat dimana… ruh tak lagi menyatu dengan jasad…
Saat itu adalah….
“KEMATIAN”
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati, kemudian hanya kepada kami kamu dikembalikan”
(QS. Al Ankabut : 57)

Wahai saudaraku…
Setiap detik, menit, jam, bahkan setiap saat…
Kematian kian mengincar…
Jikalau kematian telah datang…
Siapkah kita menghadap-Nya…?
Bekal apa yang akan kita bawa…?
Tanyakan pada hati kecil kita…

Wahai saudaraku…
Rasulullah SAW, manusia paling mulia di muka bumi ini, namun beliau selalu mengingat mati tak kurang dari 100 kali setiap hari…
Rasulullah SAW bersabda,
“Sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari”
Padahal Allah telah menjamin jasadnya dari siksa kubur dan memasukkan beliau ke surga-Nya Tapi …
Mengapa beliau masih sering mengingat mati…?
Lalu…
Bagaimana dengan kita?
Seberapa sering kita mengingat kematian dalam sehari…?
Seberapa sering kita memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita…?
Sedangkan
Allah tidak pernah menjamin jasad kita terbebas dari siksa kubur
Dan…
Rasulullah juga tak pernah menyebut nama kita dalam deretan orang-orang yang pasti masuk surga

Wahai saudaraku…
Mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi peristiwa itu…
Tetaplah berdoa, agar kita tetap berada di jalan-Nya…
Dan…
Mudah-mudahan Allah mengaruniakan kita… dalam khusnul khotimah

Amin….

saudara seperjuangan

saudara seperjuangan
Wahai saudaraku,,, Ingatlah akan sebuah janji kita Untuk selalu bersama Di surga-Nya kelak
";)active-Smart-Sholehah-creative-....ashe_kurniasih....(;"
Sebuah Renungan

go to keraton kadariah part 2

Jalan-jalan ke Keraton Kadariah

Followers