Labels
Selasa, 22 Mei 2012
Hadits-hadits tentang Berpuasa Khusus pada Bulan Rajab
Senin, 20 Februari 2012
Memaafkan adalah salah satu rahasia hidup berkelimpahan
Sobat, permaafan merupakan tindakan Tuhan semesta alam.Kalau kita melakukannya maka pastilah kita akan meraih ampunan dan kasih-Nya. Ia adalah bentuk tertinggi dari cinta; ia membebaskan kesenangan, membawa kedamaian, melemahkan emosi-emosi negatif dan mengurangi penderitaan-penderitaan dan kesengsaraan yang tak perlu. Permaafan mengizinkan cinta kembali masuk ke dalam kesadaran Anda. Permaafan adalah rahasia kebahagiaan. Salah satu rahasia hidup panjang umur dan berlimpah adalah memaafkan siapa saja dan apa saja, setiap malam sebelum kita tidur.
Senin, 13 Februari 2012
12 Azab Meninggalkan Sholat
- Allah akan menghilangkan berkah dari usahanya dan begitu juga rezekinya.
- Allah akan mencabut cahaya hidayah dari dalam dirinya.
- Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
- Roh dicabut ketika dia didalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air.
- Dia akan merasa yang amat pedih ketika roh dicabut keluar
- DIa akan dirisaukan akan hilang imannya.
CERMIN IKHLAS
Ikhlas merupakan Syarat diterimanya amal dan ibadah kita oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Selain Ikhlas juga ada syarat yang kedua yaitu Ittiba' dimana amal dan ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wa salam dan para shahabatnya. Bukan ibadah yang ditambah-tambahi ataupun diubah sesuai dengan hawa nafsu dan akal.
IKHLAS dalam keta'atan berarti meninggalkan RIYA' (Ingin dipuji) dan SUM'AH (ujub/mencari popularitas/kagum pada diri sendiri). Untuk itu marilah kita membulatkan niat beramal dan beribadah HANYA untuk mengharap wajah Allah Ta'ala saja dan mencari keridhaan Rabb Yang Maha Tinggi, dan tidak bercampur baur dengan kesyirikan.
Lihat QS AZ Zumar: 2-3. QS Al-Bayyinah: 5, QS Al-Kahfi:100 dan QS Al-Lail:17-18.
Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wa salam telah bersabda:
"Barangsiapa berbuat suatu amal supaya amalnya didengar orang lain (sum'ah, mencari popularitas), maka Alloh mempopulerkan amalnya tersebut pada makhlik-Nya, kemudia Dia menghinakannya".
(HR Ahmad dan at-Thabrani)
Selasa, 07 Februari 2012
Kebangkitan dan Si Tujuh
Senin, 06 Februari 2012
Alasan Ilmiah dibalik Larangan Khalwat (berduaan) Pria dan Wanita
Baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.
Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya hanya dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.
"Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!
Al-Qaradhawi, Peringatan Maulid Tidak Bid’ah
Beliau meluruskan, yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampuradukkan dengan kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur-aduk dengan hal-hal yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan Al-Qur’an, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.
Contohnya, praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.
Selasa, 31 Januari 2012
SESUNGGUHNYA AGAMA ITU MUDAH
Ketika salah seorang diantara kita ingin memperbaiki perbuatan yang menyalahi syari'at, orang-orang yang menyalahi (syari'at itu) berhujjah dengan perkataan mereka : "Islam adalah agama yang mudah". Mereka berusaha mengambil keringanan yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, dengan sangkaan bahwa mereka telah menegakkan hujjah bagi orang yang menasehati mereka agar mengikuti syariat yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.
Orang-orang yang menyelisihi syariat itu hendaknya mengetahui bahwa Islam adalah agama yang mudah. (Akan tetapi maknanya adalah) dengan mengikuti keringanan-keringanan yang diberikan Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya kepada kita.
Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya telah memberi keringanan bagi kita, ketika kita membutuhkan keringanan itu dan ketika adanya kesulitan dalam mengikuti (melaksanakan perintah) yang sebenarnya.
Wasiat Sebelum Tidur
حدثنا حفص بن عمر، ثنا شعبة، ح، وثنا مسدد، ثنا يحيى، عن شعبة، المعنى عن الحكم، عن ابن أبي ليلى، قال مسدد قال: ثنا عليّ قال:
Inilah wasiat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bagi putrinya yang suci, Fathimah, seorang pemuka para wanita penghuni sorga. Maka marilah kita mempelajari apa yang bermanfa'at bagi kehidupan dunia dan akhirat kita dari wasiat ini.
Sabtu, 21 Januari 2012
Berdakwah dengan Fasih dan Penuh Kelembutan
Seorang da’i harus sampai pada tingkatan penyampaian yang optimal dan selalu berusaha memberikan penyampaian yang menyentuh (balagh).” Dalam mengemban misi dakwah, seorang da’i layaknya seorang penjual yang tengah mempromosikan barang dagangannya. Sang penjual biasanya mengemas daganganya sedemikian rupa sehingga dapat menarik hati para pembeli. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mencari kata-kata yang eye catching, penyajian yang menarik, hingga promosi disertai bonus-bonus yang menggiurkan, tentu saja para pembeli langsung memburu dan ‘tergila-gila’ untuk mendapatkannya.
Begitu pula dalam berdakwah, bagaimana seorang da’i juga dituntut bisa mengemas dakwah ini menjadi menarik, sehingga risalah mulia ini dapat tersampaikan dengan begitu memikat, dan umat manusia pun tertarik untuk berbondong-bondong menyambut seruan kebenaran ini. Mereka menjadi terpaku dengan keindahannya, kedamaiannya dan kelembutannya, sehingga memilih Islam sebagai lentera dalam kehidupannya di dunia.
Diantara cara dalam menjadikan dakwah ini menjadi memikat adalah dengan penyampaian yang jelas, terang, tegas dan mampu menyentuh hati para mad’u (obyek dakwah). Hal ini yang dipesankan Allah Swt. kepada para nabi dan rasul melalui firman-Nya, “Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An-nahl: 35)
Namun ketika dakwah itu justru direspon negatif dan kaum yang didakwahi berpaling menolak kebenaran yang dibawa, maka kondisi seperti ini merupakan akhir dari usaha yang telah disampaikan secara optimal. Sebagaimana fiman Allah tentang Nabi Shaleh As.. “Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat’.” (Al-A’raf: 79)
Selasa, 10 Januari 2012
Majapahit, Kerajaan Hindu atau Islam? Lihat Faktanya!
Seorang
sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang
orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi
pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah
kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut
Indonesia.Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara. Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan - Mojokerto ini.
Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur ’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan tentang Majapahit sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.
‘Kegelisahan ’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta - data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi ’.
Minggu, 01 Januari 2012
“Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak” Benarkah?
Kamis, 29 Desember 2011
Kata-kata Penuh Hikmah tentang Akal
- Rasulullah
bersabda: “Mintalah petunjuk kepada akal, niscaya kamu akan mendapatkannya.
Dan jangan menentangnya, niscaya kamu akan menyesal.” [ Ushul kafi 1:25 ]
- Imam
Ali as berkata: “Akal adalah sumber pengetahuan dan pengajak kepada
pemahaman. [ Ghurar ul Hikam, karya al-amudi 1:102 ]
- Dari
Imam Shadiq as: “Akal adalah petunjuk orang mukmin.” [ Ushul Kafi 1:25 ]
- Akal
adalah pedang yang tajam.
- Bunuhlah
hawa nafsumu dengan senjata akalmu.
- Jiwa
memendam berbagai hasrat nafsu. Akal berfungsi untuk mencegahnya.
- Hati
memendam berbagai hasrat jelek, sedangkan akal selalu menahannya.
- Orang
yang berakal adalah orang yang mengalahkan hawa nafsunya dan orang yang
tidak menukar akhiratnya dengan dunianya.
- Orang
yang berakal adalah orang yang meninggalkan hawa nafsunya dan yang membeli
dunianya untuk akhiratnya.
- Orang
berakal adalah musuh kelezatan dan orang bodoh adalah budak syahwatnya.
- Orang
yang berakal adalah orang yang melawan nafsunya untuk taat kepada Allah.
- Orang
yang berakal adalah orang yang mengalahkan kecenderungan-kecenderungan
hawa nafsunya.
- Orang yang berakal adalah orang yang mematikan syahwatnya dan orang kuat adalah orang yang menahan kesenangannya.
Rabu, 09 November 2011
Kalimat Pengusir Maksiat
Suatu hari, paman berkata kepadaku, 'Apakah kau mengingat ALLAH, yang menciptakanmu?'
Aku menukas, 'Bagaimana caranya aku mengingatnya?'
Sabtu, 14 Mei 2011
Menyikapi Penguasa Zalim
Sabtu, 01 Januari 2011
ANTARA ZIONISME DAN YAHUDI
Musim panas tahun 1982 menjadi saksi atas kebiadaban luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia berteriak dan mengutuknya dengan keras. Tentara Isrel memasuki wilayah Lebanon dalam suatu serbuan mendadak, dan bergerak maju sambil menghancurkan sasaran apa saja yang nampak di hadapan mereka. Pasukan Israel ini mengepung kamp-kamp pengungsi yang dihuni warga Palestina yang telah melarikan diri akibat pengusiran dan pendudukan oleh Israel beberapa tahun sebelumnya. Selama dua hari, tentara Israel ini mengerahkan milisi Kristen Lebanon untuk membantai penduduk sipil tak berdosa tersebut. Dalam beberapa hari saja, ribuan nyawa tak berdosa telah terbantai. Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982: |
Jumat, 08 Oktober 2010
Untuk Para Da'i
Kalian pemuda-pemudi, adalah pembaharu perbaikan di dunia yang semakin kocar-kacir tidak menemukan formulasi untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka tak ada lagi waktu untuk duduk bersantai dalam aroma kehidupan yang biasa menipu...
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” (Q.S. An Nisa (4) : 95)
Nahnu du’at qobla kulli syai’
Sabtu, 19 Juni 2010
Talk less, See and Listen more
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)
Allah SWT memerintahkan kita untuk berbicara yang baik-baik saja. Tidak ada pilihan ketiga, yang ada hanya bicara baik atau diam. Diam di sini dalam arti bukannya tidak boleh berbicara. Boleh saja berbicara asalkan itu bermanfaa
Senin, 24 Mei 2010
Bersyukurlah....
saya pernah dengar ada seseorang yang yang selalu bersyukur tarhadap kenikmatan yang ia terima. orang itu ketika ia terbangun dari tidurnya, ia langsung meraba-raba bagian-bagian tubuhnya. ia meraba mata, hidung, telinga, dan semua anggota badannya. apa katanya,"Alhamdulillah, mata saya masih ada, telinga, hidung, tangan, dan kaki saya masih utuh, melekat di tubuh saya."katanya dengan nada bersyukur. lihatlah betapa kita jarang sekali mensyukuri kenikmatan yang mungkin ini kita merasa ini tak perlu disyukuri.
pernahkah kita renungkan, setiap oksigen yang kita hirup setiap harinya, apakah kita pernah mensyukurinya. pernahkah kita menghitungnya? coba kita sejenak melihat orang yang sedang tak berdaya di rumah sakit. mereka membutuhkan tabung oksigen untuk bernafas. sedangkan kita tak perlu keluar uang banyak untuk membayar semua itu. apakah Allah pernah meminta bayaran kepada kita ats oksigen yang kita hirup setiap harinya. tidakkan!!! Allah berikan oksigen kepada kita, GRATIS.
maka dari itu, bersyukurlah atas apa yang telah diberikan kepada kita. sungguh kita orang-orang yang sangat beruntung. bukankah Allah telah berjanji dalam Al-qur'an surah Ibrahim ayat 7
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
Allah akan menambah nikamt setiap hambanya yang bersyukur, tetapi jika kita tidak bersyukur maka tunggulah azab Allah terhadap orang-orang yang kufur terhadap nikmat-Nya
so, bersyukur ya.....
Menunggu Keputusan….
Banyak orang bilang bahwa menunggu adalah suatu yang membosankan. Ada saat-saat tertentu menunggu tidak membosankan, tapi perpaduan antara rasa takut dan berharap. Perpaduan rasa yang sangat indah jika di kombinasikan dengan keimanan pada Allah.
”Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang -orang yang beriman”. (QS. Ali Imran :139)
Optimis salah satu kunci dalam setiap kesuksesan dan kemenangan. Kepercayaan akan hal ini dalam pandangan Islam dikenal sebagai rasa tawakal. Semakin kuat kepercayaan ini, maka akan mempertebal sikap tawakal, dan akhirnya rasa optimis dalam diri semakin bertambah. Optimis memang berawal dari rasa tawakal kita. Rasa optimis haruslah mengalahkan pesimis yang bisa jadi menyelinap dalam hati. Untuk itulah jika ingin hidup sukses, kita harus bisa membangun rasa optimis dalam diri. Optimis yang dihasilkan dari rasa tawakal inilah yang menjadikan Rasulullah SAW beserta sahabat mampu memenangkan peperangan yang tercatat dalam sejarah dunia mulai dari perang Badar hingga peperangan di masa kekhalifan Islam sampai berabad-abad lamanya.
Selain optimis, kita juga harus mempersiapkan tangkisan ‘kegagalan’. Siap menang dan siap menerima kemenangan yang tertunda. Teringat sms yang pernah masuk di HP ku, yang bersi tentang sebuah taujih yang menyentuh hati ku. Taujih itu berbunyi,,,
“Aku meminta kepada Allah setangkai bunga segar, ia beri aku kaktus berduri. Aku meminta pada Allah, hewan mungil, ia beri aku ulat bulu. Aku sedih, protes dan kecewa. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik, itulah jalan Allah ‘indah pada waktunya’. Allah tidak memberi apa yang kita harapkan tetapi ia memberi apa yang kita butuhkan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tetapi jauh diatas segalanya, Dia merajut yang terbaik untuk hambanya”
Allah SWT memang menghadirkan beragam peristiwa agar manusia mampu mengambil hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam setiap peristiwa agar tingkat keimanan seseorang semakin bertambah. Tentunya hal ini akan terwujud bila manusia mempunyai benih kepercayaan akan kemudahan, kekuatan dan pertolongan Allah SWT sebagai pengatur setiap peristiwa di alam ini, dan menerima dengan lapang dada ketentuan Allah.
Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu.
saudara seperjuangan
Wahai saudaraku,,, Ingatlah akan sebuah janji kita Untuk selalu bersama Di surga-Nya kelak
|
Sebuah Renungan |






