Tampilkan postingan dengan label Artikel islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel islami. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

Hadits-hadits tentang Berpuasa Khusus pada Bulan Rajab

1 komentar

Farid Nu'man Hasan




Beberapa hari ini, kami mendapatkan beberapa pertanyaan tentang banyaknya beredarnya SMS dan BBM (Blackberry Messanger) yang menyebutkan keutamaan berpuasa pada bulan Rajab, dengan fadhilah yang “wow” dan bombastis. Sayangnya SMS dan BBM tersebut tidak menyebutkan sumber nukilan dari mana hadits-hadits itu berasal. Pertanyaan ini, selalu berulang dari tahun ke tahun, tahun lalu … tahun lalu … terus begitu, kami mendapatkan pertanyaan serupa setiap menjelang atau awal bulan Rajab.
Berikut ini akan kami paparkan perkataan para Imam tentang hadits-hadits keutamaan puasa pada bulan Rajab. Semoga ini bisa diambil manfaatnya bagi siapa saja yang objektif dan mau menerima kebenaran.
                                                                 * * *
1. Imam Ibnu Hajar Al ‘Asqalani Rahimahullah mengatakan:

Senin, 20 Februari 2012

Memaafkan adalah salah satu rahasia hidup berkelimpahan

0 komentar

Salah satu kunci kekuatan cinta adalah Memaafkan.Memohon Ampunan kepada Allah,Memaafkan diri anda,orang tua Anda,anak-anak Anda dan memaafkan siapa saja.Ya. Maafkan diri Anda! atas semua yg pernah anda lakukan masa lalu, dan berjanjilah kepada diri sendiri bahwa mulai sekarang Anda akan menjauhi dosa dan akan menjadi diri Anda yg terbaik yang Anda Bisa.Ingatlah, masa lalu sudah berlalu,jadi belajarlah darinya dan maafkan diri Anda.

Sobat, permaafan merupakan tindakan Tuhan semesta alam.Kalau kita melakukannya maka pastilah kita akan meraih ampunan dan kasih-Nya. Ia adalah bentuk tertinggi dari cinta; ia membebaskan kesenangan, membawa kedamaian, melemahkan emosi-emosi negatif dan mengurangi penderitaan-penderitaan dan kesengsaraan yang tak perlu. Permaafan mengizinkan cinta kembali masuk ke dalam kesadaran Anda. Permaafan adalah rahasia kebahagiaan. Salah satu rahasia hidup panjang umur dan berlimpah adalah memaafkan siapa saja dan apa saja, setiap malam sebelum kita tidur.

Senin, 13 Februari 2012

12 Azab Meninggalkan Sholat

1 komentar

Dalam sebuah hadist Rasulullah pernah beersabda : “Barangsiapa yang meninggalkan sholat, maka akan mengenakan 12 azab kepadanya”. 3 darinya akan dirasakan semasa didunia ini antaranya:
  1. Allah akan menghilangkan berkah dari usahanya dan begitu juga rezekinya.
  2. Allah akan mencabut cahaya hidayah dari dalam dirinya.
  3. Dia akan dibenci oleh orang-orang yang beriman.
3 macam bahaya adalah ketika dia hendak mati, antaranya :
  1. Roh dicabut ketika dia didalam keadaan yang sangat haus walaupun ia telah meminum seluruh air.
  2. Dia akan merasa yang amat pedih ketika roh dicabut keluar
  3. DIa akan dirisaukan akan hilang imannya.
3 Macam bahaya yang akan dihadapinya ketika berada di dalam kubur, antaranya :

CERMIN IKHLAS

0 komentar

Wahai Saudara kami tercinta,

Ikhlas merupakan Syarat diterimanya amal dan ibadah kita oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Selain Ikhlas juga ada syarat yang kedua yaitu Ittiba' dimana amal dan ibadah yang kita lakukan harus sesuai dengan yang telah diajarkan oleh Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wa salam dan para shahabatnya. Bukan ibadah yang ditambah-tambahi ataupun diubah sesuai dengan hawa nafsu dan akal.

IKHLAS dalam keta'atan berarti meninggalkan RIYA' (Ingin dipuji) dan SUM'AH (ujub/mencari popularitas/kagum pada diri sendiri). Untuk itu marilah kita membulatkan niat beramal dan beribadah HANYA untuk mengharap wajah Allah Ta'ala saja dan mencari keridhaan Rabb Yang Maha Tinggi, dan tidak bercampur baur dengan kesyirikan.

Lihat QS AZ Zumar: 2-3. QS Al-Bayyinah: 5, QS Al-Kahfi:100 dan QS Al-Lail:17-18.

Rasulullah Shalallahhu 'alaihi wa salam telah bersabda:
"Barangsiapa berbuat suatu amal supaya amalnya didengar orang lain (sum'ah, mencari popularitas), maka Alloh mempopulerkan amalnya tersebut pada makhlik-Nya, kemudia Dia menghinakannya".
(HR Ahmad dan at-Thabrani)

Selasa, 07 Februari 2012

Kebangkitan dan Si Tujuh

0 komentar

Apa yang terlintas dipikiran anda ketika mendengar angka 7? Kalau anda suka matematika, kemungkinan anda akan teringat dengan bilangan prima yang salah satunya angkanya adalah  7. Kalau anda penikmat sepak bola pasti pikiran anda akan menuju ke salah satu pemain bola yang pernah menjadi striker handal dari Real Madrid, yakni Raul Gonzales. Jika anda seorang yang gemar membaca buku, mungkin yang terlintas dalam benak anda adalah buku karya Ippho Santosa yang berjudul “ 7 Keajaiban Rezeki”. kalau anda menyukai geografi, maka kemungkinan anda akan teringat dengan 7 keajaiban Dunia. Atau jika anda hobby menonton, mungkin yang terbesit dalam otak anda adalah acara “On The Spot” di trans 7 yang selalu menampilakan berbagai macam informasi sebanyak 7 kali.

Namun kali ini saya tidak membicarakan bilangan prisma, sepak bola, keajaiban dunia, keajaiban rezeki, atau On The Spot  dan Trans 7 sekalipun. Bukan sama sekali. Namun yang menjadi sorotan pada artikel kali ini adalah sebuah ‘ramalan’  kebangikitan umat yang kaitannya dengan angka 7. T-U-J-U-H.  Ups, bukan berarti saya dukun atau peramal. Namun di sini saya ingin memaparkan sebuah prediksi kebangkitan umat. Lalu apa kaitannya dengan si tujuh? Mw tau.... mau tau... kita akan lanjutkan setelah yang mau lewat ini... jama a aah,, oh jamaah,, Alhamdulillah (Ust Maulana mode on). Lha kok jadi pake’ jargonnya ust. Maulana sih??
Lanjut...

Senin, 06 Februari 2012

Alasan Ilmiah dibalik Larangan Khalwat (berduaan) Pria dan Wanita

0 komentar
Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.
Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi khalwat itu?

Baru-baru ini, sebuah penelitian membuktikan bahaya berkhalwat tersebut.

Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang yang berkhalwat dengan wanita menjadi daya tarik yang akan menyebabkan kenaikan sekresi hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya stres dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian mencoba untuk melakukan penelitian atau hanya berpikir tentang wanita yang sendirian denganya hanya dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari sekresi hormon tersebut.

"Cukuplah anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Anda akan memiliki proporsi tinggi dalam peningkatan hormon tersebut," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!

Al-Qaradhawi, Peringatan Maulid Tidak Bid’ah

0 komentar


0diggsdig

email
Syaikh Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional
dakwatuna.com – Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Internasional menyatakan bahwa anggapan merayakan maulid Nabi saw. adalah bid’ah, dan setiap bid’ah pasti sesat, dan setiap yang sesat pasti masuk neraka, tidak semuanya benar.


Beliau meluruskan, yang kita ingkari dalam hal perayaan maulid adalah ketika ada pencampuradukkan dengan kemungkaran, ketika perayaan maulid itu bercampur-aduk dengan hal-hal yang menyalahi syari’at, ketika perayaan maulid itu tidak sesuai dengan Al-Qur’an, sebagaimana praktek-praktek ini masih ada di sebagian negara Islam.


Contohnya, praktek syirik, dengan mengadakan sesajian, berkurban untuk alam, laut misalkan, pemubadziran makanan atau harta, ikhtilath atau campur baur laki-laki dan perempuan, praktek yang mengancam jiwa dengan berdesak-desakan atau rebutan makanan, dan lainnya yang bertentangan dengan syari’at.

Selasa, 31 Januari 2012

SESUNGGUHNYA AGAMA ITU MUDAH

0 komentar

Kerap kali manusia mengulang-ulang perkataan ini (yaitu ucapan "Sesungguhnya agama itu mudah"), akan tetapi (sebenarnya) mereka (tidak menginginkan) dengan ucapan itu, untuk tujuan memuji Islam, atau melunakkan hati (orang yang belum mengerti Islam) dan semisalnya. Yang diinginkan mereka adalah pembenaran terhadap perbuatan mereka yang menyelisihi syari'at. Bagi mereka kalimat itu adalah kalimat haq, namun yang diinginkan dengannya adalah sebuah kebatilan.

Ketika salah seorang diantara kita ingin memperbaiki perbuatan yang menyalahi syari'at, orang-orang yang menyalahi (syari'at itu) berhujjah dengan perkataan mereka : "Islam adalah agama yang mudah". Mereka berusaha mengambil keringanan yang sesuai dengan hawa nafsu mereka, dengan sangkaan bahwa mereka telah menegakkan hujjah bagi orang yang menasehati mereka agar mengikuti syariat yang sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah.

Orang-orang yang menyelisihi syariat itu hendaknya mengetahui bahwa Islam adalah agama yang mudah. (Akan tetapi maknanya adalah) dengan mengikuti keringanan-keringanan yang diberikan Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya kepada kita.

Allah Jalla Jalaluhu dan RasulNya telah memberi keringanan bagi kita, ketika kita membutuhkan keringanan itu dan ketika adanya kesulitan dalam mengikuti (melaksanakan perintah) yang sebenarnya.

Wasiat Sebelum Tidur

0 komentar


حدثنا حفص بن عمر، ثنا شعبة، ح، وثنا مسدد، ثنا يحيى، عن شعبة، المعنى عن الحكم، عن ابن أبي ليلى، قال مسدد قال: ثنا عليّ قال
:
شكت فاطمة إلى النبي -صلى الله عليه وسلم- ما تلقى في يدها من الرحى فأتي بسبيٍ، فأتته تسأله فلم تره، فأخبرت بذلك عائشة، فلما جاء النبي -صلى الله عليه وسلم- أخبرته، فأتانا وقد أخذنا مضاجعنا فذهبنا لنقوم.
فقال: "على مكانكما".
فجاء فقعد بيننا حتى وجدت برد قدميه على صدري فقال: "ألا أدلكما على خيرٍ مما سألتما؟ إذا أخذتما مضاجعكما فسبِّحا ثلاثاً وثلاثين، واحمدا ثلاثاً وثلاثين، وكبِّرا أربعاً وثلاثين، فهو خيرٌ لكما من خادمٍ".


"Ali berkata, Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka Fathimah bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya. Tatkala Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam tiba, Aisyah mengabarkan kedatangan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur. Lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. 'Tetaplah di tempatmu'. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau berkata. 'Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu". (Hadits Shahih, ditakhrij Al-Bukhari 4/102, Muslim 17/45, Abu Dawud hadits nomor 5062, At-Tirmidzi hadits nomor 3469, Ahmad 1/96, Al-Baihaqy 7/293)

Wahai Ukhti Muslimah !
Inilah wasiat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bagi putrinya yang suci, Fathimah, seorang pemuka para wanita penghuni sorga. Maka marilah kita mempelajari apa yang bermanfa'at bagi kehidupan dunia dan akhirat kita dari wasiat ini.
Fathimah merasa capai karena banyaknya pekerjaan yang harus ditanganinya, berupa pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, terutama pengaruh alat penggiling. Maka dia pun pergi menemui Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta seorang pembantu, yakni seorang wanita yang bisa membantunya.

Sabtu, 21 Januari 2012

Berdakwah dengan Fasih dan Penuh Kelembutan

0 komentar
 على الداعية أن يصل إلى رتبة المُبَلِّغ وأن يسعى إلى البلاغ “


Seorang da’i harus sampai pada tingkatan penyampaian yang optimal dan selalu berusaha memberikan penyampaian yang menyentuh (balagh).” Dalam mengemban misi dakwah, seorang da’i layaknya seorang penjual yang tengah mempromosikan barang dagangannya. Sang penjual biasanya mengemas daganganya sedemikian rupa sehingga dapat menarik hati para pembeli. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mencari kata-kata yang eye catching, penyajian yang menarik, hingga promosi disertai bonus-bonus yang menggiurkan, tentu saja para pembeli langsung memburu dan ‘tergila-gila’ untuk mendapatkannya. 


Begitu pula dalam berdakwah, bagaimana seorang da’i juga dituntut bisa mengemas dakwah ini menjadi menarik, sehingga risalah mulia ini dapat tersampaikan dengan begitu memikat, dan umat manusia pun tertarik untuk berbondong-bondong menyambut seruan kebenaran ini. Mereka menjadi terpaku dengan keindahannya, kedamaiannya dan kelembutannya, sehingga memilih Islam sebagai lentera dalam kehidupannya di dunia. 


Diantara cara dalam menjadikan dakwah ini menjadi memikat adalah dengan penyampaian yang jelas, terang, tegas dan mampu menyentuh hati para mad’u (obyek dakwah). Hal ini yang dipesankan Allah Swt. kepada para nabi dan rasul melalui firman-Nya, “Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An-nahl: 35) 


Namun ketika dakwah itu justru direspon negatif dan kaum yang didakwahi berpaling menolak kebenaran yang dibawa, maka kondisi seperti ini merupakan akhir dari usaha yang telah disampaikan secara optimal. Sebagaimana fiman Allah tentang Nabi Shaleh As.. “Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat’.” (Al-A’raf: 79) 

Selasa, 10 Januari 2012

Majapahit, Kerajaan Hindu atau Islam? Lihat Faktanya!

1 komentar



Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit, sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini disebut Indonesia.

Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara. Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di kawasan Trowulan - Mojokerto ini.

Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami secara ‘jujur ’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan tentang Majapahit sekaligus juga mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah sejarah masyarakat Nusantara.
‘Kegelisahan ’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta - data arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi ’.

Minggu, 01 Januari 2012

“Buat Apa Berkerudung Kalau Kelakuan Rusak” Benarkah?

0 komentar

dakwatuna.com – Perempuan yang baik adalah yang bagus agamanya, yang dimaksud ‘agamanya’ adalah agama dalam hati bukan dalam penampilan. Pertanyaan, “Berarti lebih bagus perempuan tidak berkerudung tapi baik kelakuannya (beragama) daripada perempuan berkerudung yang tidak beragama (tidak baik kelakuannya)? Jawab: “Yang lebih bagus adalah perempuan yang berkerudung dan beragama sekaligus.”
Kenapa?
Realitas memperlihatkan kepada kita bahwa perempuan berkerudung lebih banyak yang beragama ketimbang perempuan yang tidak memakai kerudung.
Jika ada perempuan tak memakai kerudung tapi beragama (berakhlaq), maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan tak berkerudung yang rata-rata kurang berakhlaq.
Begitu pula jika ada perempuan berkerudung tapi tidak/kurang beragama, maka itu adalah pengecualian dari perempuan-perempuan berkerudung yang rata-rata beragama.

Kamis, 29 Desember 2011

Kata-kata Penuh Hikmah tentang Akal

0 komentar

Rasulullah saww, bersabda: “Sesungguhnya seluruh kebaikan hanya    dimengerti oleh akal.” [ Tuhaful uqul 54 ; Bihar ul anwar 77:158 ]
  1. Rasulullah bersabda: “Mintalah petunjuk kepada akal, niscaya kamu akan mendapatkannya. Dan jangan menentangnya, niscaya kamu akan menyesal.” [ Ushul kafi 1:25 ]
  2. Imam Ali as berkata: “Akal adalah sumber pengetahuan dan pengajak kepada pemahaman. [ Ghurar ul Hikam, karya al-amudi 1:102 ]
  3. Dari Imam Shadiq as: “Akal adalah petunjuk orang mukmin.” [ Ushul Kafi 1:25 ]
Selain peran dan nilai akal dalam menguak alam semesta, riwayat-riwayat keislaman menegaskan bahwa Allah berhujjah kepada para hamba-Nya melalui akal. Argumentasi ilahi dengan akal dan berbagai implikasinya berupa, siksaan dan tanggung jawab, menunjukkan kepada kita betapa agungnya nilai akal dalam kehidupan manusia dan dalam agama Allah.
Imam Musa bin Ja’far as juga berkata: “Allah benar-benar telah menyempurnakan hujjah-hujjah-Nya pada manusia melalui akal, membukakan (akal mereka) dengan al-bayan (penjelasan) dan menunjukkan mereka pada rububiyyah-Nya dengan berbagai dalil (bukti).” [ Bihar ul Anwar 1:132 ]
Nabi Muhammad saww, pernah ditanya, “Apakah Akal itu?” Beliau menjawab: “Ia adalah (alat) untuk ketaatan kepada Allah. Karena, orang-orang yang taat kepada Allah adalah orang-orang yang berakal.” [ Bihar ul Anwar 1:131 ]
Imam Ja’far as-shadiq as pernah ditanya apakah akal itu. Beliau menjawab: “Akal adalah alat yang digunakan untuk menyembah (beribadah) kepada Ar-Rahman , Allah dan untuk memperoleh surga-Nya.” [ Bihar ul Anwar 1:116 ]
Imam Ali as berkata lebih lanjut mengenai akal ini:
  • Akal adalah pedang yang tajam.
  • Bunuhlah hawa nafsumu dengan senjata akalmu.
  • Jiwa memendam berbagai hasrat nafsu. Akal berfungsi untuk mencegahnya.
  • Hati memendam berbagai hasrat jelek, sedangkan akal selalu menahannya.
  • Orang yang berakal adalah orang yang mengalahkan hawa nafsunya dan orang yang tidak menukar akhiratnya dengan dunianya.
  • Orang yang berakal adalah orang yang meninggalkan hawa nafsunya dan yang membeli dunianya untuk akhiratnya.
  • Orang berakal adalah musuh kelezatan dan orang bodoh adalah budak syahwatnya.
  • Orang yang berakal adalah orang yang melawan nafsunya untuk taat kepada Allah.
  • Orang yang berakal adalah orang yang mengalahkan kecenderungan-kecenderungan hawa nafsunya.
  • Orang yang berakal adalah orang yang mematikan syahwatnya dan orang kuat adalah orang yang menahan kesenangannya.

Rabu, 09 November 2011

Kalimat Pengusir Maksiat

0 komentar
Seorang Ulama terkemuka, Imam Sahl bin Abdullah Al-Tastari menuturkan kisah dirinya, 'Ketika berumur 3 (tiga) tahun, aku ikut pamanku yaitu Muhammad bin Sanwar untuk melakukan qiyamullail. Aku melihat cara shalat pamanku dan aku menirukan gerakannya.

Suatu hari, paman berkata kepadaku, 'Apakah kau mengingat ALLAH, yang menciptakanmu?'

Aku menukas, 'Bagaimana caranya aku mengingatnya?'

Beliau menjawab, 'Anakku, jika kau berganti pakaian dan ketika hendak tidur, katakanlah tiga kali dalam hatimu, tanpa menggerakkan lisanmu, "ALLAHU MA'I...ALLAHU NAADHIRI...ALLAHU SYAAHIDI..!' (artinya, ALLAH bersamaku, ALLAH melihatku, ALLAH menyaksikan aku").

Sabtu, 14 Mei 2011

Menyikapi Penguasa Zalim

0 komentar
Sikap Pertama. Memberikan Nasihat
Memberikan nasihat kepada penguasa zalim merupakan perintah klasik Allah Jalla wa ‘ Ala kepada Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihimas salam untuk meluruskan kezaliman Fir’aun. Ini menunjukkan bahwa nasihat dan ajakan kepada kebaikan merupakan upaya penyembuhan pertama bagi penguasa zalim, bahkan bagi siapa saja yang menyimpang. Para fuqaha’ sepakat bahwa hukuman di dunia bagi orang yang meninggalkan shalat secara sengaja baru bisa ditegakkan bila ia enggan bertaubat setelah diperintahkan untuknya bertaubat. Memerangi orang kafir pun baru dimulai ketika da’wah telah ditegakkan, namun mereka membangkang.
Allah Ta’ala berfirman:
“Pergilah engkau (Musa) kepada Fir’aun karena ia telah thagha” (QS. Thaha:24, Qs. An Nazi’at: 17)
“Pergilah engkau berdua (Musa dan Harun) kepada Fir’aun karena ia telah thagha” (QS. Thaha: 43)
Thagha (طغى ) adalah melampaui batas dalam kesombongan dan melakukan penindasan (diktator) (Khalid Abdurrahman al ‘Ik, Shafwatul Bayan li Ma’anil Qur’anil Karim, hal. 313) juga berarti menyimpang dan sesat (ibid, hal. 314) dan kufur kepada Allah ‘Azza wa Jalla (Ibid, hal. 584)
Berkata Imam Ibnu Katsir -rahimahullah “Maksudnya (Fir’aun) telah melakukan penindasan dan menyombongkan diri.” (Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’anul Azhim, 4/ 468)
Beliau juga berkata, “Pergilah engkau (Musa) kepada Fir’aun, penguasa Mesir, yang telah mengusir dan memerangimu, ajaklah ia untuk ibadah kepada Allah satu-satunya, tiada sekutu bagiNya, dan hendaknya ia berbuat baik kepada Bani Israel, jangan menyiksa mereka. Sesungguhnya ia telah melampaui batas dan membangkang, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia dan melupakan Rabb yang Maha Tinggi.” (Ibid, 3/146)
Jadi, ada alasan yang jelas kenapa Fir’aun harus diluruskan karena ia melampaui batas, sombong, menindas, sesat, kufur dan membangkang kepada Allah Ta’ala. Inilah ciri khas penguaza zalim, bisa terjadi pada siapa saja, di mana saja dan kapan saja.

Sabtu, 01 Januari 2011

ANTARA ZIONISME DAN YAHUDI

0 komentar

Musim panas tahun 1982 menjadi saksi atas kebiadaban luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia berteriak dan mengutuknya dengan keras. Tentara Isrel memasuki wilayah Lebanon dalam suatu serbuan mendadak, dan bergerak maju sambil menghancurkan sasaran apa saja yang nampak di hadapan mereka. Pasukan Israel ini mengepung kamp-kamp pengungsi yang dihuni warga Palestina yang telah melarikan diri akibat pengusiran dan pendudukan oleh Israel beberapa tahun sebelumnya. Selama dua hari, tentara Israel ini mengerahkan milisi Kristen Lebanon untuk membantai penduduk sipil tak berdosa tersebut. Dalam beberapa hari saja, ribuan nyawa tak berdosa telah terbantai.
Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982:

Jumat, 08 Oktober 2010

Untuk Para Da'i

0 komentar
Kerja besar merupakan upaya besar yang tak tergantikan, da’I adalah pekerjaan utama bagi seorang abdi Allah, karena iman tak hanya sekedar sebatas lisan, namun mesti ada upaya yang tampak sehingga dirasakan oleh orang lain.

Kalian pemuda-pemudi, adalah pembaharu perbaikan di dunia yang semakin kocar-kacir tidak menemukan formulasi untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka tak ada lagi waktu untuk duduk bersantai dalam aroma kehidupan yang biasa menipu...

Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” (Q.S. An Nisa (4) : 95)

Nahnu du’at qobla kulli syai’

Sabtu, 19 Juni 2010

Talk less, See and Listen more

0 komentar
Allah SWT menciptakan manusia begitu sempurna. Anugrah yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia meliputi nikmat mata, mulut, telinga, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya. Tetapi terkadang kita menggunakan kenikmatan yang telah di berikan terlalu berlebihan, sehingga tidak bernilai amal. Misalnya kita menggunakan mulut untuk berkata yang tidak seharusnya dikatakan, seperti memaki, mengolok-olok, serta yang mungkin sering kita lakukan ialah berkata yang tiada manfaatnya atau perkataan kosong. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa:

Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)

Allah SWT memerintahkan kita untuk berbicara yang baik-baik saja. Tidak ada pilihan ketiga, yang ada hanya bicara baik atau diam. Diam di sini dalam arti bukannya tidak boleh berbicara. Boleh saja berbicara asalkan itu bermanfaa

Senin, 24 Mei 2010

Bersyukurlah....

0 komentar
Alhamdulillah, kata yang sering terucap ketika kita sedang mendapatkan kebahagiaan ataupun rezeki. "Alhamdulillah, saya lulus", atau mungkin "Alhamdulillah, Ya Allah hari ini aku gajian", mungkin kata-kata ini yang biasanya mengiringi kalimat "Alhamdulillah". wajar saja jika kita mengucapkan hamdalah apabila kita mendapat kenikmatan. ini merupakan bentuk rasa syukur kita atas limpahan rahmat yang Allah berikan kepada kita. tapi pernahkah kita mensyukuri hal-hal yang mungkin kita anggap sesuatu yang biasa saja. misalnya mensyukuri nikmatnya bernapas, berbicara, nikmat mata, telinga, hidung, dan lain-lainnya.

saya pernah dengar ada seseorang yang yang selalu bersyukur tarhadap kenikmatan yang ia terima. orang itu ketika ia terbangun dari tidurnya, ia langsung meraba-raba bagian-bagian tubuhnya. ia meraba mata, hidung, telinga, dan semua anggota badannya. apa katanya,"Alhamdulillah, mata saya masih ada, telinga, hidung, tangan, dan kaki saya masih utuh, melekat di tubuh saya."katanya dengan nada bersyukur. lihatlah betapa kita jarang sekali mensyukuri kenikmatan yang mungkin ini kita merasa ini tak perlu disyukuri.

pernahkah kita renungkan, setiap oksigen yang kita hirup setiap harinya, apakah kita pernah mensyukurinya. pernahkah kita menghitungnya? coba kita sejenak melihat orang yang sedang tak berdaya di rumah sakit. mereka membutuhkan tabung oksigen untuk bernafas. sedangkan kita tak perlu keluar uang banyak untuk membayar semua itu. apakah Allah pernah meminta bayaran kepada kita ats oksigen yang kita hirup setiap harinya. tidakkan!!! Allah berikan oksigen kepada kita, GRATIS.

maka dari itu, bersyukurlah atas apa yang telah diberikan kepada kita. sungguh kita orang-orang yang sangat beruntung. bukankah Allah telah berjanji dalam Al-qur'an surah Ibrahim ayat 7

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

Allah akan menambah nikamt setiap hambanya yang bersyukur, tetapi jika kita tidak bersyukur maka tunggulah azab Allah terhadap orang-orang yang kufur terhadap nikmat-Nya

so, bersyukur ya.....



Menunggu Keputusan….

0 komentar
Menunggu Keputusan….

Banyak orang bilang bahwa menunggu adalah suatu yang membosankan. Ada saat-saat tertentu menunggu tidak membosankan, tapi perpaduan antara rasa takut dan berharap. Perpaduan rasa yang sangat indah jika di kombinasikan dengan keimanan pada Allah.

”Janganlah kamu bersikap lemah (pesimis), dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu adalah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang -orang yang beriman”. (QS. Ali Imran :139)

Optimis salah satu kunci dalam setiap kesuksesan dan kemenangan. Kepercayaan akan hal ini dalam pandangan Islam dikenal sebagai rasa tawakal. Semakin kuat kepercayaan ini, maka akan mempertebal sikap tawakal, dan akhirnya rasa optimis dalam diri semakin bertambah. Optimis memang berawal dari rasa tawakal kita. Rasa optimis haruslah mengalahkan pesimis yang bisa jadi menyelinap dalam hati. Untuk itulah jika ingin hidup sukses, kita harus bisa membangun rasa optimis dalam diri. Optimis yang dihasilkan dari rasa tawakal inilah yang menjadikan Rasulullah SAW beserta sahabat mampu memenangkan peperangan yang tercatat dalam sejarah dunia mulai dari perang Badar hingga peperangan di masa kekhalifan Islam sampai berabad-abad lamanya.

Selain optimis, kita juga harus mempersiapkan tangkisan ‘kegagalan’. Siap menang dan siap menerima kemenangan yang tertunda. Teringat sms yang pernah masuk di HP ku, yang bersi tentang sebuah taujih yang menyentuh hati ku. Taujih itu berbunyi,,,

“Aku meminta kepada Allah setangkai bunga segar, ia beri aku kaktus berduri. Aku meminta pada Allah, hewan mungil, ia beri aku ulat bulu. Aku sedih, protes dan kecewa. Betapa tidak adilnya ini. Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah dan ulatpun tumbuh dan berubah menjadi kupu-kupu yang amat cantik, itulah jalan Allah ‘indah pada waktunya’. Allah tidak memberi apa yang kita harapkan tetapi ia memberi apa yang kita butuhkan. Kadang kita sedih, kecewa, terluka, tetapi jauh diatas segalanya, Dia merajut yang terbaik untuk hambanya”

Allah SWT memang menghadirkan beragam peristiwa agar manusia mampu mengambil hikmah dan pelajaran yang terkandung dalam setiap peristiwa agar tingkat keimanan seseorang semakin bertambah. Tentunya hal ini akan terwujud bila manusia mempunyai benih kepercayaan akan kemudahan, kekuatan dan pertolongan Allah SWT sebagai pengatur setiap peristiwa di alam ini, dan menerima dengan lapang dada ketentuan Allah.

Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu.

saudara seperjuangan

saudara seperjuangan
Wahai saudaraku,,, Ingatlah akan sebuah janji kita Untuk selalu bersama Di surga-Nya kelak
";)active-Smart-Sholehah-creative-....ashe_kurniasih....(;"
Sebuah Renungan

go to keraton kadariah part 2

Jalan-jalan ke Keraton Kadariah

Followers