Mengapa saya memilih mengirim
surat ini untuk kalian di Indonesia? Namun jika kalian tetap bertanya
kepadaku, mungkin satu – satunya jawaban yang saya miliki adalah karena
negeri kalian berpenduduk muslim terbanyak di atas bumi ini, bukan
demikian saudaraku?
Saat saya menunaikan ibadah haji beberapa
tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan
dengan salah seorang aktivis dakwah dari jama’ah haji asal Indonesia, ia
mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu
jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini. Wah,
sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya berdecak
kagum.
Lalu saya mengataka kepadanya, saudaraku, jika jumlah
jama’ah haji asal Gaza sejak tahun 1987 sampai sekarang digabung,itu
belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji dari negara kalian dalam 1 musim
haji saja. Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat dibanding
kalian. Waaah pasti uang kalian sangat banyak, apalagi menurut
sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji
yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai saudaraku di Indonesia,
pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa kami tidak dilahirkan di
negeri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negeri kalian
aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri
kalian.
Labels
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 20 Februari 2012
Selasa, 07 Februari 2012
Kebangkitan dan Si Tujuh
Apa yang terlintas dipikiran anda
ketika mendengar angka 7? Kalau anda suka matematika, kemungkinan anda akan
teringat dengan bilangan prima yang salah satunya angkanya adalah 7. Kalau anda penikmat sepak bola pasti pikiran
anda akan menuju ke salah satu pemain bola yang pernah menjadi striker handal
dari Real Madrid, yakni Raul Gonzales. Jika anda seorang yang gemar membaca
buku, mungkin yang terlintas dalam benak anda adalah buku karya Ippho Santosa
yang berjudul “ 7 Keajaiban Rezeki”. kalau anda menyukai geografi, maka
kemungkinan anda akan teringat dengan 7 keajaiban Dunia. Atau jika anda hobby
menonton, mungkin yang terbesit dalam otak anda adalah acara “On The Spot” di
trans 7 yang selalu menampilakan berbagai macam informasi sebanyak 7 kali.
Namun kali ini saya tidak
membicarakan bilangan prisma, sepak bola, keajaiban dunia, keajaiban rezeki,
atau On The Spot dan Trans 7 sekalipun.
Bukan sama sekali. Namun yang menjadi sorotan pada artikel kali ini adalah
sebuah ‘ramalan’ kebangikitan umat yang
kaitannya dengan angka 7. T-U-J-U-H.
Ups, bukan berarti saya dukun atau peramal. Namun di sini saya ingin memaparkan
sebuah prediksi kebangkitan umat. Lalu apa kaitannya dengan si tujuh? Mw
tau.... mau tau... kita akan lanjutkan setelah yang mau lewat ini... jama a
aah,, oh jamaah,, Alhamdulillah (Ust Maulana mode on). Lha kok jadi pake’
jargonnya ust. Maulana sih??
Lanjut...
Sabtu, 21 Januari 2012
Berdakwah dengan Fasih dan Penuh Kelembutan
على الداعية أن يصل إلى رتبة المُبَلِّغ وأن يسعى إلى البلاغ
“
Seorang da’i harus sampai pada tingkatan penyampaian yang optimal dan selalu berusaha memberikan penyampaian yang menyentuh (balagh).” Dalam mengemban misi dakwah, seorang da’i layaknya seorang penjual yang tengah mempromosikan barang dagangannya. Sang penjual biasanya mengemas daganganya sedemikian rupa sehingga dapat menarik hati para pembeli. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari mencari kata-kata yang eye catching, penyajian yang menarik, hingga promosi disertai bonus-bonus yang menggiurkan, tentu saja para pembeli langsung memburu dan ‘tergila-gila’ untuk mendapatkannya.
Begitu pula dalam berdakwah, bagaimana seorang da’i juga dituntut bisa mengemas dakwah ini menjadi menarik, sehingga risalah mulia ini dapat tersampaikan dengan begitu memikat, dan umat manusia pun tertarik untuk berbondong-bondong menyambut seruan kebenaran ini. Mereka menjadi terpaku dengan keindahannya, kedamaiannya dan kelembutannya, sehingga memilih Islam sebagai lentera dalam kehidupannya di dunia.
Diantara cara dalam menjadikan dakwah ini menjadi memikat adalah dengan penyampaian yang jelas, terang, tegas dan mampu menyentuh hati para mad’u (obyek dakwah). Hal ini yang dipesankan Allah Swt. kepada para nabi dan rasul melalui firman-Nya, “Maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.” (QS. An-nahl: 35)
Namun ketika dakwah itu justru direspon negatif dan kaum yang didakwahi berpaling menolak kebenaran yang dibawa, maka kondisi seperti ini merupakan akhir dari usaha yang telah disampaikan secara optimal. Sebagaimana fiman Allah tentang Nabi Shaleh As.. “Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, “Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat’.” (Al-A’raf: 79)
Jumat, 13 Januari 2012
Lilin Babi Ngepet
Babi ngepet. Aku tertarik. Tapi, bukan untuk menjadi seorang babi ngepet, tapi aku tertarik dengan lilinnya. Hehehe. Kenapa? Karena lilin sangat penting bagi kehidupan si babi ngepet. Padam lilin, matilah si babi.
Imajinasi nakalku menganalogikan hidup dan mati kita juga bergantung pada sebuah lilin layaknya si babi ngepet. Padam lilin itu, maka jadilah kita mayat hidup, bahkan mungkin mayat sungguhan. Hehehe.
Minggu, 20 Februari 2011
Ciri Orang Besar Memulai Perubahan
dakwatuna.com – Pagi yang indah selalu dihadirkan Allah SWT untuk kita yang memiliki keterpautan hati dan bisa merasakan betapa besar Cinta-Nya pada hambanya. Mata yang masih bisa melihat Keindahan itu, udara yang masih bisa kita hirup, aliran darah dan denyut nadi yang masih bisa kita rasakan, menunjukkan jika kita masih diberi eksistensi oleh-Nya. Rasulullah SAW yang melihat umatnya dari syurga Firdaus-Nya, mendoakan kita yang tak kenal letih memperjuangkan risalah dakwah untuk kejayaan Islam di Bumi Allah ini. Semoga kelak kita semua dikumpulkan bersama Baginda Rasul dan para keluarga serta sahabat.
Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.
Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap adik saja tidak sanggup.
Terkadang kita ini terlalu banyak menggunakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk sesuatu di luar diri kita. Juga terlalu banyak energi dan potensi kita untuk memikirkan selain diri kita, baik itu merupakan kesalahan, keburukan, maupun kelalaian. Namun ternyata sikap kita yang kita anggap kebaikan itu tidak efektif untuk memperbaiki yang kita anggap salah. Banyak orang yang menginginkan orang lain berubah, tapi ternyata yang diinginkannya itu tak kunjung terwujud. Kita sering melihat orang yang menginginkan Indonesia berubah. Tapi, pada saat yang sama, ternyata keluarganya ‘babak belur’, di kampus tak disukai, di lingkungan masyarakat tak bermanfaat. Itu namanya terlampau muluk.
Jangankan mengubah Indonesia, mengubah keluarga sendiri saja tidak mampu. Banyak yang menginginkan situasi negara berubah, tapi kenapa merubah sikap adik saja tidak sanggup.
Sabtu, 30 Oktober 2010
Kamis, 17 Juni 2010
I am the Winner
Rabu, 09 Juni 2010
Harus Lebih baik dong!!!
Pada posting saya yang sebelumnya, pernah ada judul posting yang berbunyi "Do the best, so you can get the best". ya, pernyataan ini memang benar sekali. tidak sekedar hanya di ucapkan atau mungkin di tulis saja, tapi harus ada implementasinya. artinya kita harus benar-benar melaksanakan hal yang ingin kita capai tersebut.
Memang setiap orang tentunya ingin melakukan yang terbaik dalam hidupnya. ada sebuah kalimat ynag memberikan kita sebuah semangat baru. begini kalimatnya:
"ketika orang lain tiarap, maka kita harus merangkak. ketika orang lain merangkak, kita harus berdiri. ketika orang lain berdiri maka kita
Kisah Seekor Katak
Pada suatu hari, ada seekor katak kecil berwarna hijau. Katak itu mempunyai sebuah mimpi yang amat besar. Ia mempunyai keinginan yamg dirasa oleh sebagian katak lainnya mustahil untuk dilakukan. Mimpinya adalah dapat menaiki sebuah menara yang amat tinggi.
Katak itu tetap berkeinginan untuk menaiki menara tersebut. Hingga pada hari yang telah direncanakannya, ia pun memulai untuk menaiki menara tersebut. Katak-katak lainnya melihat
dan menyorakinya
dan menyorakinya“mana bisa seekor katak kecil menaiki tangga tersebut”, kata salah seekor katak
“iya, ini sungguh mustahil sekali,”Jawab katak lainnya
Semua katak yang menyaksikkan kejadian ini, menertawakan ketak kecil itu.
“hahaha, dia takkan bias menaiki menara tersebut.”olok salah seekor katak.
Namun, sunggguh tak disangka ternyata setelah beberapa lama katak kecil itu sudah berada di atas menara. Katak-katak yang mengoloknya tadi terheran-heran melihat katak kecil tadi berada di atas menara. Kini impiannya telah tercapai.
Lalu mengapa, katak itu bisa sampai di atas menara??? Ya, karena ia seekor katak yang Tuli. Lalu apa kaitannya???
Saat ia menaiki menara tersebut, tentunya ia tidak mendengar olok-olokan serta cemoohan yang dapat mengubah semangatnya untuk tetap menaiki menara tersebut.
So. Hikmah apa yang bisa kita ambil???? Apakah kita harus menjadi orang yang tuli??? Tentu jawabannya tidak. Berpura-pura menjadi tulilah kita saat orang-orang menjatuhkan semangat kita. Saat orang-orang tidak yakin bahwa kita dapat melakukannya. Kita harus yakin pada diri kita sendiri. Trust your self. Kita jangan merasa bahwa diri kita tidak mampu. Buang jauh-jauh kata tidak bisa dalam hati kita. Setiap orang pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, karena kesempurnann hanya milik Allah SWT semata. Tetap bersemangat dan lakukanlah yang terbaik….
Kamis, 27 Mei 2010
Do the best, so you can get the best
"Lakukanlah yang terbaik, maka kau akan mendapatkan yang terbaik" mungkin pernyataan ini memang benar. jikalau kita ingin mendapatkan hasil yang terbaik maka lakukanlah yang terbaik pula. setiap orang pasti ingin mendapatkan yang terbaik dalam hidupnya. misalnya menjadi juara kelas, juara speech contest, dan segudang prestasi yang ingin di ukirnya. namun terkadang tak mau berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara yang baik. terkadang itu hanya angan belaka yang sia-sia saja. bagaimana kita bisa medapatkan yang kita inginkan atau kita idam-idamkan jikalau kita tidak berusaha untuk mendapatkannya. ingatkah kita, ada sebuah pepatah yang mengatakan "Man Jadda Wa Jadda", yang artinya "siapa yang bersungguh-sungguh dia akan memperoleh hasilnya". pepatah ini memang benar. rasanya tidak mungkin ada orang yang sukses tapi sedikit sekali usaha yang dilakukannya. bahkan koruptor yang sukses
Kamis, 20 Mei 2010
Jangan kecewa..., berbahagialah!
Kecewa adalah manusiawi, tapi jikalau kekecewaan itu terlalu lama dipendam, akan merugikan diri sendiri, walau untuk menyembuhkannya kita memerlukan waktu. Sadarlah, jika kekecewaan itu terlalu lama dipendam, akan merugikan diri sendiri. Waktu tak bisa diputar ulang, yang telah tertulis sebagai sejarah hidup tak bisa dihapus. Jika hanya dengan kekecewaan, tak akan dapat memperbaiki keadaan.
Hidup terus berjalan, masih banyak yang dapat kita lakukan tanpa harus terlalu memikirkan hal yang sudah terjadi, tanpa ada evaluasi dan perbaikan diri.
Belajar untuk ikhlas…
Orang yang berusaha untuk ikhlas, tak berharap balasan dari orang lain. Mau ditanggapi jelek, tafadhol, mau ditanggapi baik, Alhamdulillah. Sepanjang yang kita lakukan adalah cara dan niat yang tidak melanggar syari’at, it’s ok!
Belajar lapang dada…
Nobody's perfect “tak ada manusia yang sempurna”, setiap orang pasti pernah salah. Kesalahan yang dilakukan terkadang disebabkan oleh itulah ilmu yang dipunyainya sekarang, atau ketidaktahuan tentang hal itu_’ya sampai disitulah ilmunya’. Ataupun ada faktor yang menekan, sehingga ia harus berbuat kesalahan(tak mampu mengendalikan tekanan dari luar).
Ya… banyak faktor yang terkadang perlu kita maklumi…
Belajar untuk sabar…
Berlaku sabar itu tidak mudah, namun bagi orang yang bertaqwa, berbuat sabar itu tak ada sulitnya. Sehingga kita harus beruaha menjadi orang yang taqwa, agar kesabaranpun mudah untuk dilakukan.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”(QS. Al Baqarah : 45-46)
Belajar untuk muhasabah diri
Segala sesuatu yang tak enak menimpa diri kita, terkadang adalah peringatan Allah, jadi bermuhasabahlah. Mungkin ada maksiat lain yang kita lakukan kepada Allah.
So... berbahagialah!
Hidup terus berjalan, masih banyak yang dapat kita lakukan tanpa harus terlalu memikirkan hal yang sudah terjadi, tanpa ada evaluasi dan perbaikan diri.
Belajar untuk ikhlas…
Orang yang berusaha untuk ikhlas, tak berharap balasan dari orang lain. Mau ditanggapi jelek, tafadhol, mau ditanggapi baik, Alhamdulillah. Sepanjang yang kita lakukan adalah cara dan niat yang tidak melanggar syari’at, it’s ok!
Belajar lapang dada…
Nobody's perfect “tak ada manusia yang sempurna”, setiap orang pasti pernah salah. Kesalahan yang dilakukan terkadang disebabkan oleh itulah ilmu yang dipunyainya sekarang, atau ketidaktahuan tentang hal itu_’ya sampai disitulah ilmunya’. Ataupun ada faktor yang menekan, sehingga ia harus berbuat kesalahan(tak mampu mengendalikan tekanan dari luar).
Ya… banyak faktor yang terkadang perlu kita maklumi…
Belajar untuk sabar…
Berlaku sabar itu tidak mudah, namun bagi orang yang bertaqwa, berbuat sabar itu tak ada sulitnya. Sehingga kita harus beruaha menjadi orang yang taqwa, agar kesabaranpun mudah untuk dilakukan.
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”(QS. Al Baqarah : 45-46)
Belajar untuk muhasabah diri
Segala sesuatu yang tak enak menimpa diri kita, terkadang adalah peringatan Allah, jadi bermuhasabahlah. Mungkin ada maksiat lain yang kita lakukan kepada Allah.
So... berbahagialah!
Selasa, 18 Mei 2010
Belajar Semangat dari Abdullah bin Rawahah
Jikalau kita merasa lelah, bosan malas bergerak di jalan allah, BELAJARLAH SEMANGAT seperti Abdullah bin Rawahah. Ya… sahabat Nabi, sahabat yang mulia nan istimewa.
Suatu ketika ia di minta oleh Nabi Muhammad, untuk menimpin pasukan parang Mu’tah, jika pemimpin yang pertama Zaid bin Haritsah gugur sebagai syahid, dan pemimpin yang kedua Ja’far bin Abi Thalib juga gugur, maka Abdullah bin Rawahah yang harus menjadi pemimpin pasukan.
Ternyata Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib menggapai cita-cita mereka yaitu syahid. Walau pada awalnya ia sedikit ciut karena kedua temannya telah syahid dan melawan pasukan Romawi yang berjumlah 200.000. Tapi ia kembali meneguhkan tekatnya, dengan mengumandangkan syair untuk dirinya
“Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga
tapi kenapa kulihat engkau menolak surga
wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh, kau kan pasti mati
inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti …
tibalah waktunya apa yang engkau idam-idamkan selama ini
jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati!
Abdullah bin Rawahah jatuh terkapar mempertahankan bendera Ar-Roya, darah melumuri tubuhnya, SYAHID.
Namun, berkat syairnya yang membakar jiwa para ksatria, kemenangan diraih Muslim! Betapa kata-kata telah memenangkan 3000 Muslim terhadap 200.000 Romawi ..
Banyak alasan yang dapat kita buat-buat untuk tidak berada dijalan da’wah, tapi lebih banyak alasan mengapa kita harus tetap ada dijalan da’wah ini. Jika rasa malas itu datang, ingatlah…., bukankah allah telah menjanjikan akan memberikan pertolongan kepada kita?
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7)
Janji allah itu pasti, ya…Janji allah itu PASTI
Beberapa waktu silam, pernah mendapat sms dari seorang kakak_semoga allah merahmati mu kak, begitu menyentuh dan memberian semangat:
“Cukuplah Allah yang menyemangati kita, sehingga setiap peristiwa menjadi teguran atas kealpaan. Cukuplah Allah yang memelihara ketekunan kita, karena perhatian insan terkadang menghanyutkan keikhlasan. Semoga Allah menjadikan kita bermakna, yang saat berbaur mampu menyemangati yang lain, dan saat sendiri mampu menguatkan diri sendiri. Ya Allah, teguhkanlah kami dalam ketaatan kepada-Mu”
Besar harapan tulisan ini membawa kepada kebaikan & jauh dari keburukan, terutama untuk diri sendiri . Jikalau ada kesalahan dan ke-tak sempurnaan, dengan senang hati untuk di ingatkan atau ditambahkan. .. insya Allah
Suatu ketika ia di minta oleh Nabi Muhammad, untuk menimpin pasukan parang Mu’tah, jika pemimpin yang pertama Zaid bin Haritsah gugur sebagai syahid, dan pemimpin yang kedua Ja’far bin Abi Thalib juga gugur, maka Abdullah bin Rawahah yang harus menjadi pemimpin pasukan.
Ternyata Zaid bin Haritsah dan Ja’far bin Abi Thalib menggapai cita-cita mereka yaitu syahid. Walau pada awalnya ia sedikit ciut karena kedua temannya telah syahid dan melawan pasukan Romawi yang berjumlah 200.000. Tapi ia kembali meneguhkan tekatnya, dengan mengumandangkan syair untuk dirinya
“Aku telah bersumpah wahai diri, maju ke medan laga
tapi kenapa kulihat engkau menolak surga
wahai diri, bila kau tak tewas terbunuh, kau kan pasti mati
inilah kematian sejati yang sejak lama kau nanti …
tibalah waktunya apa yang engkau idam-idamkan selama ini
jika kau ikuti jejak keduanya, itulah ksatria sejati!
Abdullah bin Rawahah jatuh terkapar mempertahankan bendera Ar-Roya, darah melumuri tubuhnya, SYAHID.
Namun, berkat syairnya yang membakar jiwa para ksatria, kemenangan diraih Muslim! Betapa kata-kata telah memenangkan 3000 Muslim terhadap 200.000 Romawi ..
Banyak alasan yang dapat kita buat-buat untuk tidak berada dijalan da’wah, tapi lebih banyak alasan mengapa kita harus tetap ada dijalan da’wah ini. Jika rasa malas itu datang, ingatlah…., bukankah allah telah menjanjikan akan memberikan pertolongan kepada kita?
“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad: 7)
Janji allah itu pasti, ya…Janji allah itu PASTI
Beberapa waktu silam, pernah mendapat sms dari seorang kakak_semoga allah merahmati mu kak, begitu menyentuh dan memberian semangat:
“Cukuplah Allah yang menyemangati kita, sehingga setiap peristiwa menjadi teguran atas kealpaan. Cukuplah Allah yang memelihara ketekunan kita, karena perhatian insan terkadang menghanyutkan keikhlasan. Semoga Allah menjadikan kita bermakna, yang saat berbaur mampu menyemangati yang lain, dan saat sendiri mampu menguatkan diri sendiri. Ya Allah, teguhkanlah kami dalam ketaatan kepada-Mu”
Besar harapan tulisan ini membawa kepada kebaikan & jauh dari keburukan, terutama untuk diri sendiri . Jikalau ada kesalahan dan ke-tak sempurnaan, dengan senang hati untuk di ingatkan atau ditambahkan. .. insya Allah
Allahu’alam
Langganan:
Postingan (Atom)
saudara seperjuangan
Wahai saudaraku,,, Ingatlah akan sebuah janji kita Untuk selalu bersama Di surga-Nya kelak
|
Sebuah Renungan |




