Tidakkah engkau tahu anakku,
segala ‘udzur telah dihapus dengan firmanNya,
“Berangkatlah dalam keadaan ringan ataupun berat!”?
-Abu Ayyub Al Anshari, Radhiyallaahu ‘Anhu-
Di buku Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, saya pernah berkisah tentang Ibnu Taimiyah. Dia yang selalu dipasang di garis depan, menjadi pejuang pengobar semangat ketika serbuan Mongol bergemuruh menerjang Damaskus. Dan dialah juga yang tiap kali tugas jihad itu usai harus bersetia menghuni selnya di penjara kota.
Tetapi jeruji-jeruji tak menghentikannya. Disaksikan besinya yang berkarat
Labels
Minggu, 17 Oktober 2010
DOA KALBU
Munsyid : Fika-Mupla
dimalam penuh bintang
di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..
di malam penuh bintang
di bawah sinar
Jumat, 08 Oktober 2010
Untuk Para Da'i
Kerja besar merupakan upaya besar yang tak tergantikan, da’I adalah pekerjaan utama bagi seorang abdi Allah, karena iman tak hanya sekedar sebatas lisan, namun mesti ada upaya yang tampak sehingga dirasakan oleh orang lain.
Kalian pemuda-pemudi, adalah pembaharu perbaikan di dunia yang semakin kocar-kacir tidak menemukan formulasi untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka tak ada lagi waktu untuk duduk bersantai dalam aroma kehidupan yang biasa menipu...
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” (Q.S. An Nisa (4) : 95)
Nahnu du’at qobla kulli syai’
Kalian pemuda-pemudi, adalah pembaharu perbaikan di dunia yang semakin kocar-kacir tidak menemukan formulasi untuk menuju kehidupan yang lebih baik, maka tak ada lagi waktu untuk duduk bersantai dalam aroma kehidupan yang biasa menipu...
Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar” (Q.S. An Nisa (4) : 95)
Nahnu du’at qobla kulli syai’
Minggu, 26 September 2010
Aku Ingin Mencintai-Mu
By:Edcoustic
Tuhan betapa aku malu atas semua yang Kau beri
padahal diriku terlalu sering membuat-MU kecewa
Entah mungkin karna ku terlena
sementara Engkau beri aku kesempatan agar aku kembali
dalam fitrahku sebagai manusia untuk menghamba pada-MU
betapa tak ada apa-apanya aku dihadapan-MU
Sabtu, 19 Juni 2010
Talk less, See and Listen more
Allah SWT menciptakan manusia begitu sempurna. Anugrah yang telah Allah SWT berikan kepada umat manusia meliputi nikmat mata, mulut, telinga, tangan, kaki dan anggota tubuh lainnya. Tetapi terkadang kita menggunakan kenikmatan yang telah di berikan terlalu berlebihan, sehingga tidak bernilai amal. Misalnya kita menggunakan mulut untuk berkata yang tidak seharusnya dikatakan, seperti memaki, mengolok-olok, serta yang mungkin sering kita lakukan ialah berkata yang tiada manfaatnya atau perkataan kosong. Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa:
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)
Allah SWT memerintahkan kita untuk berbicara yang baik-baik saja. Tidak ada pilihan ketiga, yang ada hanya bicara baik atau diam. Diam di sini dalam arti bukannya tidak boleh berbicara. Boleh saja berbicara asalkan itu bermanfaa
Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam. (HR. Bukhari)
Allah SWT memerintahkan kita untuk berbicara yang baik-baik saja. Tidak ada pilihan ketiga, yang ada hanya bicara baik atau diam. Diam di sini dalam arti bukannya tidak boleh berbicara. Boleh saja berbicara asalkan itu bermanfaa
Kamis, 17 Juni 2010
I am the Winner
Rabu, 16 Juni 2010
Antara tulus dan ikhlas
Apa itu tulus? Kalau ikhlas apa? Lalu Adakah perbedaan antara keduanya? Jika anda merasa sama saja, anda salah. Tentu keduanya berbeda. Lalu apa bedanya? Tulus belum tentu ikhlas. Ikhlas juga belum tentu tulus. Ikhlas dan tulus memang berasal dari hati, tetapi hanya ikhlas yang beriringan dengan keridhoan Allah SWT, sedangkan tulus belum tentu. Sabagai salah satu contoh bentuk implementasinya yaitu, ketika hendak melaksanakan sholat subuh. Saat-saat itu setan menggoda untuk tidak mendirirkan sholat subuh. Azan berkumandang, kita mulai bimbang menentukan antara tidur dan sholat. Namun karena ketaatan dan rasa takut terhadap Allah SWT, dengan berat hati akhirnya bangun dan mendirikan sholat subuh. Nah, contoh ini merupakan salah satu contoh ikhlas tetapi tidak tulus.
Contoh kedua, melakukan sesuatu dengan tulus tetapi tidak ikhlas. Misalnya, sepasang kekasih yang melakukan hubungan seksual di luar nikah. Mereka saling menyerahkan diri mereka. Mereka tulus melakukan hal ini tetapi Allah SWT tidak ridho dengan perbuatan yang mereka lakukan itu. jadi antara tulus dan ikhas memang ada bedanya. Namun, tentu akan lebih baik lagi apabila kita melakukan sesuatu diiringi niat yang tulus serta dengan keikhlasan penuh kepada Rabb pencipta alam.
Langganan:
Postingan (Atom)
saudara seperjuangan
Wahai saudaraku,,, Ingatlah akan sebuah janji kita Untuk selalu bersama Di surga-Nya kelak
|
Sebuah Renungan |

